Senin malam aku kembali ke Rantauprapat untuk kembali mengerjakan pelayanan yang Tuhan percayakan setahun lalu. Dalam perjalanan pulang aku terlebih dulu singgah di Aek Kanopan, di rumah Tante. untuk kemudian akan melanjutkan perjalanan pulang keesokan harinya. saat akan tidur tepatnya pukul 11.30 aku melihat HP ternyata ada satu panggilan masuk. Lalu aku SMS untuk meminta maaf karena tidak mendengar panggilannya. Selang beberapa saat aku kembali dihubungi. Dia salah seorang adikku di pelayanan kampus. Pembicaraan selama hampir 90 menit dengannyalah yang melahirkan ide tulisan ini.
Dalam pembicaraan kami, dia mulai share bahwa memasuki 4 bulan pertama 2011 ini dia akan selalau bekerja di bawah tekanan tinggi. Tekanan yang lahir dari tuntutan berbagai peran diri yang dia hadapi. Paling tidak ada 3peran diri yang 4 bulan pertama tahun ini dia harus menyelesaikan tuntutan-tuntutan target yang memang harus sudah selesai. Dalam pembicaraan itu aku mulai berpikir satu hal yaitu setiap orang memiliki peran diri tidak hanya satu. semakin seseorang bersosialisasi maka dia akan semakin memiliki banyak peran diri. Setiap peran diri menuntut yang terbaik dari kita. Dan tidak jarang seseorang begitu kelelahan karena banyaknya peran diriyang menutut banyak hal dalam waktu bersamaan.
Contoh sederhana, seorang alumni yang aktif dalam persekutuanlumni akan ditutntut secara maksimal untuk mengerjakan pelayanannya. Menjelang akhir tahun dia mungkin akan disibukkan untuk evaluasi dan rapat kerja pelayanan. Dia juga harus menyelesaikan tugas-tugas sekolah jika dia seorang guru. Sebagai seorang alumni dia juga harus berkontribusi bagi gereja, maka akhir tahun adalah pusat kesibukan pelayanan muda-mudi gereja untuk persiapan natal. Tuntutan keluarga, persahabatan, adik kelompok dan banyak lagi. Dalam kondisi ini maka alumni ini sudah pasti bekerja dibawah tekanan dan akan sangat kelelahan. Dalam kondisi inipulalah biasanya kita akan kehilangan waktu-waktu bersekutu dengan Tuhan dan semakin kering rohani.
Peran diri akan sangat banyak tetpi panggilan hidup yang akansaya sebut Visi hanya satu. Sering sekali kita kehilangan arah karena hidup kita hanya kita habiskan untuk memenuhi tuntutan-tuntutan dari berbagai peran diri. Memilih untuk membatasi peran diri adalah salah satu hikmat tetapi bukan bukan keputusan terbaik. Maksudnya jika hanya karena ingin maksimal maka kita membatasi diri untuk hanya melakukan satu atau dua peran diri maka kita sedang membatasi diri. Kita tidak harus membatasi peran diri tetapi kita mengasah kecakapan mengelola peran diri.Kecakapan mengelola peran diri inilah yang akan melahirkan kematangan diri.
Kita harus kembali pada Visi yang terus-menerus kita gumulkan dihadapan Tuhan maka peran diri harusnya bergerak dalam pencapaian visi itu.Dengan demikian kita tidak sedang menjadi manusia-manusia mekanis yang digerakkan secara berulang oleh peran diri yang sudah menetap tetapi kita menjadi manusia dinamis yang bergerak menuju pencapaian visi yang Tuhan taruhkan dalam diri kita.
Resolusi awal Tahun dengan demikian adalah merefleksikan sejauh mana berbagai peran diri digerakkan oleh visi pribadi kita. Resolusi awal tahun bukan semata-mata menetapkan berbagai target tahunan tetapi mengasah kecakapan pengelolaan berbagai peran diri. Kegagalan dalam satu peran diri dengan demikian bukan berarti kegagalan diri seutuhnya. Mungkin orang-orang yang menyangkut salah satu peran diri kita yang kurang maksimal akan kecewa. Tetapi kita tidak akan mampu memenuhi tuntutan orang-orang disekitar kita. Kita tidak sedang hidup hanya untuk memuaskan orang-orang di sekitar kita tetapi kita hidup bagi Allah yang sedang memimpin kita mengerjakan Rencana-Nya bagi dunia yang akan kita kerjakan dalam berbagai peran diri untuk mencapai satu visi sebagaimana Tuhan memanggil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.