Setiap orang yang menjadi member dari facebook pasti ingin meng-update statusnya. walau hanya sekedar untuk mengungkapkan apa yang dirasakan tapi apa yang lebih diinginkan oleh facebooker tersebut adalah tanggapan dari teman-teman sesama. Facebook tidak lagi identik dengan kemajuan teknologi informasi yang mahal sehingga hanya menjadi konsumsi elite tetapi facebook sudah menjadi milik khalayak atau juga sudah menjadi konsumsi awam mulai dari daerah kota, urban hingga ke pedesaan.
Keberadaan facebook sendiri merupakan produk zaman postmodern yakni memanfaatkan keputusan pribadi individu dan memberi ruang kebebasan dalam dunia maya bagi setiap membernya. setiap individu ingin ditanggapi dan sebenarnya dengan nada sindir sebenarnya facebook membuat seseorang menjadi merasa penting atau artis. Hal inilah yang mendorong seseorang terus meng-update statusnya sebagaimana saya ungkapkan di atas.
Zaman ini menyadari kekuatan member yakni keanggotaan yang bukan sekedar menjadi bagian dari tetapi dengan sendirinya mengisolasi member tersebut. katakanlah sekarang mulai dari hipermart hingga toko waralaba atau bahkan swalayan pinggiran mencoba menerapkan sistem kartu anggota dan sistem member ini jauh lebih nyata dan begitu mengharuskan adalah dalam dunia maya. kita hanya boleh menjadi bagian dari suatu Grup/Situs/Jejaring apabila kita sudah lebih dulu mendaftar dan menyetujui apa saja tentangnya.
Sebutlah salah satu jejaring sosial yang menurut media bulan maret 2010 telah mencapai pengunjung terbesar di dunia bahkan melebihi perusahaan Google dengan semua produknya. Kita hanya bisa menjadi bagian dari Facebook jika kita sudah mendaftar dan memastikan kita menyetujui semua yang ada didalamnya. Oleh karena itu kita sebenarnya sedang diikat dan diisolasi hanya saja kita tidak merasakannya karena kita sendiri sudah terlanjur menikmati dan mengikuti kehidupan ala Facebook.
Lantas apakah Facebook menjadi sesuatu yang salah ? sama sekali tidak tetapi yang menjadi salah ketika mental kita tidak mampu menjadikan kita sebagai subjek dan produk teknologi(red:FB,Twiter,dll) sendiri sebagai alat dan rencana kita adalah objek.Beberapa kecendrungan manusia adalah:
1.Jika produk teknologi menjadi subjek sebenarnya kita sudah terjajah oleh produk buatan manusia itu sendiri
2. Jika produk teknologi menjadi objek kita kehilangan ruang riil dan hanyut dalam dunia maya.
3. Jika produk teknologi sebagai alat maka sesungguhnya kita mampu untuk berfikir secara riil dan berencana secara merdeka dan memanfaatkan produk teknologi sebagai sarana mencapai segala perencanaan untuk pencapaian kita sebagai manusia itu sendiri.
Selamat menjadi member produk jejaring sosial tanpa kehilangan jatidiri sebagai manusia. Manusia yang merdeka makhluk Real yang Allah ciptakan untuk merdeka mengelola seua sumber daya yang ada demi kemuliaanNya sebagai bukti gambar dan rupa Allah dalam diri manusia. Bukan sebagai hamba-hamba yang sudah terlanjur terjajah oleh produk yang diciptakan manusia itu sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.