Nyanyianku
Aku bernyanyi bersama malam-malam yang belum sempat kau lewatkanMeski tak indah aku ingin berirama. Detak jantung yang belum sempat untuk kau rasa
Detak yang ingin sekali kau iringi perkusi nyanyi jiwa berulang kau selami
Aku tak pernah ingini tapi kau tenggelam kelam menjaga malam akhir dari syair indah yang belum sempat kau gubah
Biar aku bernyanyi melewati malam-malamku
Nyanyi Hujan
Kau datang terburu-buru, barusan aku kelelahan habis bermain hujan menari bersama awan-awan kegirangan. Aku tahu ia tak akan berhenti sebelum habis seluruh isi hatinya kepedihan dalam gores-gores luka yang terpelihara berabad-abad dari bumi yang terkoyak. Dia sempat bercerita akan hadirnya yang penuh sambutan jutaan manusia yang siap menari di bawah bayang-bayang berpendar dari ketakhlukan mentari dari setiap kesombongan, kepongahan, kemapanan hidup yang diagung-agungkan.Tapi dia terus menari walau sesekali aku jengah berulang mendengar rintih perih nyanyi duka. Sesungguhnya tak kulihat bibirnya berucap tapi tatapnya mengilat-ngilat di langit dan sesekali membakar pepohonan tua. sekali boleh aku bertanya kataku tapi di menggila mengguyur deras keras. Mungkin dia tak punya hati pikirku dan seketika rebah aku tergampar taukah kau bukan hanya pipi kiriku, pipi kananku, wajahku, tubuhku tetapi jiwaku seketika melesak hingga mengoyak langit, selama terbangku aku menatap bumiku, aku begitu rindu pada butir-butir tanah yang melahap habis ari-ariku, merindukan tanah yang pernah mengukir jejak-jejakku. kerinduan belum pernah singgah di relungku. Aku terus menatapi tanahku kian jauh dan air di mataku bertetesan.
Belum sempat aku bertanya lagi dan sesaat aku terhenti dan kau datang membawa butiran purnama "makanlah" aku tak pernah mengira kau akan sungguh-sungguh menjadikan purnama menjadi gula-gula. aku memasukkannya dalam mulutku, manisnya menyusup hingga aku merasa kerinduanku kian terobati. purnama melumar dalam mulutku tapi......
mengapa kau ikut mencair, mengalir, dalam tiap butir hujan dan....
terlalu getir mengenangmu menyusup kedalam tanah merinduku berabad-abad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.