Rabu, 14 Maret 2012

Mengikut JejakMu

Jalan itu menoreh luka
Penghayatan akhir akan ketaatan
Melepas segala diri meretas keakuan
Jalan itu sajak duka
Bukan dukaMu
Duka mengiris hati beribu jiwa
Kami yang terdiam saat Kau dirajam
Langkah-langkah domba ke atas altar tak segontai ini
Sebab altarmu berdiri tegak
Altar kehinaan dari seluruh adab
JeritanMu dalam sembelih
Merongrong segala rupa, kuasa dan keangkuhan
Mengguncang segala pertimbangan, akal dan nurani
Menggerus suka, duka dan perasaan diri
MenghampiriMu aku tak kuasa
Di gerbang kota terdiam perih
Setelah pagi tadi kusangkali diri
Sesal tiada daya, malam tadi kau peringatkan diri

Jalan itu menoreh luka
Darah sembelihMu memercik jiwa
Terang mengangkat jalanku berdiri
Berhari aku disembelih dalam cinta kasih sejati
Terbang dalam cahya
Biar tubuhku dirajam dunia
MengikutiMu dalam jalan menoreh luka

2 komentar:

  1. Paragraf terakhir sangat menantang pembaca!
    Siapakah yg berani utk menjawab panggilan radikal-Nya?!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kepekaan mendengarNYA dan ketaatan melakukan panggilanNYA menjadi doa n jawaban doa

      Hapus

Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.