Senin, 12 Maret 2012

Perempuan dan Hujan dalam Jiwanya

Hujan telah berhenti di balik jendela
Perempuan itu terus berbicara
Diantara jelaga-jelaga tua bergelantungan
Memenuhi legam dapur hatinya
Dengarkanlah sesaat
Suaranya susungguhnya berirama
Kalimatnya bermakna
Sajak dari lorong-lorong gelap bertahun silam
Perjalanan panjang menyusur kota
Melepas segala daya muda

Hujan telah lama berhenti di balik jendela
Berhari-hari perempuan itu melolong
Sepi  dalam tarian jelaga-jelaga mengembang
Menutup semua nurani, mimpi dan diri
Hanyut berirama melambat
Hujan merintih melanda dalam jiwanya
Berhari-hari dalam semburat pedih tak tersesali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.