Kelahiran kembali (Re-Born) menjadikan manusia kembali kepada tujuan awal penciptaannya sebagai makhluk yang diciptakan sedari semula telah memiliki tujuan. Seseorang baru benar-benar merdeka dan kembali memiliki jati diri yang benar sebagai manusia ketika dia ada dalam Yesus Kristus.
Yesus Kristus tidak pernah bermaksud menarik semua manusia menjadi pengikutnya sebagaimana sebuah perusahaan dunia menjadikan semua konsumen menjadi membernya yang hanya menjadi pengikut dan takhluk pada otoritas dan semua kedaulatan yang ditetapkanNya. Menjadi menarik ketika Yesus sendiri memperkenalkan istilah dilahirkan kembali ketika berbincang dengan nikodemus. Sebahagian orang mungkin akan langsung mengartikan pernyataan ini sebagai gerakan liberal yang meletakkan manusia sebagai dasar teologi. Tetapi pernyataan ini sendiri tidak sedang menghilangkan kemesiasan Yesus ataupun anti Kristologi. Tetapi mari melihat lebih jelas bahwa Yesus memanggil murid bukan sedang menghilangkan keseluruhan jati dirinya tetapi panggilan Yesus kepada satu tujuan yakni menjadi warga kerajaan Allah. Bahkan istilah kelahiran kembali menjadi suatu gambaran yang paling tepat untuk menunjukkan bahwa panggilan menjadi murid Kristus adalah panggilan pada pembebasan perbudakan dosa menjadi menusia seutuhnya yang akan kembali pada tujuan semula yakni menjadi penyembah-penyembah yang benar. Hidup baru menjadi gambaran keseluruhan seorang murid yakni hidup yang berpadanan pada kebenaran Firman Tuhan dan hidup dalam rencana Allah bagi dunia.
Hidup baru akan terwujud dalam hidup yang mencintai kebenaran, keadilan, keindahan, keteraturan. Hidup kekristenan bukan semata-mata kehidupan ekslusivisme dalam kelompok-kelompok yang suka beribadah dan hidup dalam pernak-pernik rohani yang begitu melekat dalam kesehariannya ataupun suasana rohani yang terlihat dari alunan-alunan music yang menyentuh dalam rumah-rumah ibadah ini hanya bagian dari kehidupan seorang murid Kristus. Allah mengecam bangsa israel kerapkali karena ketidaksetiaan mereka pada Allah yang justru ditunjukkan oleh kehidupan bangsa israel yang menyembah berhala. Penyembahan mereka terhadap berhala justru seringkali menjadikan bangsa itu semakin jauh dari keadilan, kebenaran dan kesucian hidup (Yeremia 23).
Panggilan Allah bagi bangsa israel adalah panggilan menjadi umat pilihan Allah dalam satu perjanjian menjadi bangsa yang akan menunjukkan gambar kerajaan Allah bagi dunia. Dan dalam perjanjian umat inilah ditetapkan berbagai ketetapan hidup untuk diikuti agar hidup umat menunjukkan bahwa mereka hidup didalam Allah. Bukan semat-mata menjadikan mereka special dan mengabaikan bangsa-bangsa tetapi agr kiranya manusia dalam melihat dan mengikut bagaimana seharusnya manusia hidup takut akan Allah. Hal inilah yang ditunjukkan oleh hidup Daniel, Yusuf maupun hamba-hamba Allah dalam sepanjang perjanjian lama.
Kegagalan israel untuk menjadi bangsa umat pilihan menjadikan mereka terbuang tetapi Allah tidak berubah. Allah tidak sedang kehilangan arah dan melupakan perjanjianNya. Dia tetap akan memulihkan suatu umat yang akan menjadi umat pilihanNya yang akan menjadi suatu kerajaan dimana Dia bertahta sebagai Raja dimana hidup warga kerajaanNya akan tunduk dan hormat serta hidup dalam kedaulatanNya. Hal inilah yang menjadi berita nabi-nabi israel baik dikerajaan utara (Samaria) maupun selatan (Yehuda).
Dengan demikian kehadiran Yesus Kristus bukanlah solusi akibat kegagalan Allah atas rencanaNya bagi bangsa israel. Tetapi merupakan rencana Allah bagi dunia untuk mengembalikan gambar dan citranya yang rusak di dunia. Agar dunia mengenal penciptanya. Hal ini dimulai dengan suatu persekutuan kecil yang akan mengembang sebagai kerajaan yang besar dan utuh yakni kerajaan Allah. Seperti biji sesawi yang kecil dan pada akhirnya menjadi pohon dan terbesar diantara jenisnya dan menjadi tempat bernaung bagi burung-burung.
Menjadi murid adalah menjadi warga kerajaan sorga dan hidup dalam kerajaan sorga dimana Allah adalah Raja. Allah sebagai Raja memerintah atas umatNya dan pengikut Kristus/ murid adalah umat yang akan hidup dalam otoritas dan kedaulatan Allah sebagai Raja. Kehidupan umat sebagai warga kerajaan sorga dengan demikian adalah kehidupan yang akan membawa nilai-nilai dan kebenaran dalam dunia yang telah rusak oleh dosa.
Sebagai murid Krisus kita sedang hidup dalam dunia dengan segala system nilai yang bertumbuh dalam keberdosaan (kerusakan moral, ketidakadilan, kemiskinan, kejahatan, dll) membawa nilai dan kebenaran yang sesungguhnya didalam Kristus (Kesucian, keadilan, perdamaian, keindahan, dll). Dengan demikian gambaran yang paling jelas untuk menunjukkannya adalah sebagai terang ditengan kegelapan dan sebagai garam di tengah pembusukan.
Menjadi murid/ warga kerajaan sorga adalah hidup dalam tatanan kemanusiaan yang mencerminkan gambar dan citra Allah yang kebahagiaanNya adalah kemiskinan dihadapan Tuahn dengan demikian akan senantiasa berharap pada sumber segala sesuatu yakni Allah. Dengan demikian dia akan mengakui Allah sebagai sumber segala sesuatu dan pencipta segala sesuatu. Dia akan senantiasa berduka dengan segala keberdosaan dunia dan hanya berharap pada pengampunan Allah sebagaimana dirinya diampuni dengan demikian dia akan memiliki hati yang lemah lembut sehingga karena hatinya akan senantiasa dipuaskan oleh Allah dan tidak lagi mengejar dunia dengan segala kekayaanya yang tidak akan pernah terpenuhi. Sebab memiliki Allah yang memiliki segala sesuatu sudah memiliki dunia ini.
Seorang murid akan senantiasa haus dan lapar akan kebenaran karena dunia telah kehilangan kebenaran dengan demikian dia akan senantiasa bersekutu dengan Allah yang menjadi sumber kebenaran itu sendiri sehingga kepuasanya adalah menikmati hadirat Tuhan dan kebenaranNya dalam Firman. Dengan demikian dia yang diperkaya bukan karena dia layak tetapi diperlayakkan dengan murah hati akan berbagi dengan sesamanya. Dalam persekutuannya dengan Allah dia senantiasa akan memiliki hati yang suci yakni hati yang tuduk pada nurani yang dibaharui oleh Roh Kudus. Dengan demikian dalam kesucian hatinya dia akan menyaksikan Allah dalam hidupnya karena dia senantiasa memiliki hati yang tunduk dalam setiap kehendak Tuhan dalam dirinya. Dalam hati yang kudus inilah akan mengalir damai sehingga damai ini akan terpancar bagi sekelilingnya, menaklukkan semua persaingan hidup manusia yang hanya mementingkan diri sendiri dengan demikian nyatalkah mereka sebagai murid-murid Kristus.
Sebagai warga kerajaan sorga yang mengekspansi kerajaan angkasa/ gelap/iblis (Efesus 2:1-4) dia akan mengalami penganiayaan, pencelaan dan fitnah segala yang jahat. Hal ini karena mereka bukan lagi warga dunia dan bukan dari dunia tetapi karena mereka adalah dari sorga yang diutus ke bumi untuk membangun kerajaanNya dan hal ini pulalah identitasnya sebagai murid yang tidak akan kompromi lagi pada dosa. Walau semua itu dialami dia kan berbahagia karena dia tahu upahnya bukan di bumi tetapi di surga dan dia juga tahu bahwa dari semula hamba-hambaNya yang terdahulu sudah lebih dahulu mengalami.
Dilahirkan kembali dalam kedaulatan Roh Kudus sebagai respon kita pada Kristus akan membawa kita menjadi ciptaan baru (Re-Creation). Manusia yang dikembalikan pada tujuan penciptaan semula yakni menjadi gambar dan rupa Allah. Untuk itulah manusia menjadi murid Kristus yang akan senantiasa belajar dan bertumbuh yang semakin hari akan semakin menyerupai Kristus. Sebagai murid yang hidup dalam kerajaan Allah dan membangun kerajaan Allah ditengah-tengah dunia. “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran”. (Yoh 17:18-19)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.