Galau
kian hari kian galau
mengapa aku merasa tidak merdeka
terusik
ada yang salah denganku
satu jiwa kebebasan kian terasing
sekali waktu ia datang berkunjung
aku kapar, tanpa daya mendapati ketidakberdayaanku
agaknya semakin hari semakin menjejak bumi
sudah.....
cukup fantasi, satu figur menopengi jiwa
ia sedang berkunjung menampakkan wujudnya
rapuh
ketidakteraturan
jauh terbenam didalam
mencuat merobek topeng-topeng kemapanan
topeng-topeng wibawa
topeng-topeng penjara
ketidakjujuran
menjaga keteraturan hingga membohongi diri
kesiasiaan
disini
Engkau dihadapku dan mengngkatku berdiri
membebaskan aku menjadi aku
seutuhnya.
Arti
diantara kaisan mengering
mencari arti
aku ingin mengerti
jauh lebih sederhana
aku siapa
dalam bait yang telah ada
aku terkapar
sebab tidak ada alasan bagiku berpaling
tanpaMu,aku bukan siapa-siapa
arti yang tidak dapat kupahami
tak terselami
Kau datang dan memapahku
dan tubuhku terkapar di pundakMu
dipelukMu
didalam hangat senyum menyapaku
"Raihlah tanganKU"
Kepada Para Penulis
Manakala aku kembaliAku ingin menikmati kembang
Menguntum rupa-rupa
Menitis nyawa yang tak sempat
Dihisap kumbang
Bersama kita menanam
Menyemai bau-bau kehidupan
Bagi dunia
Nyanyian Anak Negeri
Biarkan daun-daun berguguran
Walau belum menguning
Tak ada lagi arti,katamu
Jejak hanya menetak
Tak lagi jadi saksi
Jerit dan darah telah hilang
Hilang dikubur nurani membatu
Nyanyian negeriku sumbang
Sebab anak-anak belum lagi sekolah
Ah...mereka mengais diantara sampah
Menengadah di tengah kota
Melewat malam di bawah purnama
Sedang kau asik lagi menghitung
Menambah harga dari tiap kata tak bermakna
Tanah ini milik kita katamu
Aku hanya punya dedaun kering
dan sedikit nasi yang kau buang kemarin sore
disini...
di negeriku, aku tak pernah kau kenali
Anugerah
Hanya biarkan aku disiniberpulang padaMu
dalam taburan mewangi
iringan doa umatMu
berharap akan sukmaku
kemuliaanMu yang terhilang
berpaling dalam egoku
nafsu yang jalang
aku hina dalam debu
meratap tangis tak berair mata
tetapi aku masih terpaku
dalam nista Kau beri anugerah
kembali padaMu
dan ku tahu
dihujung jalan Kau berdiri
mengulur tangan aku dinanti
kasihMu membakar jiwaku
dalam kelu lidahku
biarkan hati menembang
lagu puji syukur mengembang
................... untuk seseorang yang terluka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.