Sabtu, 02 Juli 2011

Puisi I

Galau


galau
kian hari kian galau
mengapa aku merasa tidak merdeka
terusik
ada yang salah denganku
satu jiwa kebebasan kian terasing
sekali waktu ia datang berkunjung
aku kapar, tanpa daya mendapati ketidakberdayaanku

agaknya semakin hari semakin menjejak bumi
sudah.....
cukup fantasi, satu figur menopengi jiwa

ia sedang berkunjung menampakkan wujudnya
rapuh
ketidakteraturan
jauh terbenam didalam
mencuat merobek topeng-topeng kemapanan
topeng-topeng wibawa
topeng-topeng penjara
ketidakjujuran

menjaga keteraturan hingga membohongi diri
kesiasiaan

disini
Engkau dihadapku dan mengngkatku berdiri
membebaskan aku menjadi aku
seutuhnya.

Arti


Menapaki jejak-jejak usang
diantara kaisan mengering
mencari arti
aku ingin mengerti
jauh lebih sederhana
aku siapa

dalam bait yang telah ada
aku terkapar
sebab tidak ada alasan bagiku berpaling
tanpaMu,aku bukan siapa-siapa
arti yang tidak dapat kupahami
tak terselami
Kau datang dan memapahku
dan tubuhku terkapar di pundakMu
dipelukMu
didalam hangat senyum menyapaku
"Raihlah tanganKU"

Kepada Para Penulis

Manakala aku kembali
Aku ingin menikmati kembang
Menguntum rupa-rupa
Menitis nyawa yang tak sempat
Dihisap kumbang
Bersama kita menanam
Menyemai bau-bau kehidupan
Bagi dunia

Nyanyian Anak Negeri

Biarkan daun-daun berguguran

Walau belum menguning

Tak ada lagi arti,katamu

Jejak hanya menetak

Tak lagi jadi saksi

Jerit dan darah telah hilang

Hilang dikubur nurani membatu

Nyanyian negeriku sumbang

Sebab anak-anak belum lagi sekolah

Ah...mereka mengais diantara sampah

Menengadah di tengah kota

Melewat malam di bawah purnama

Sedang kau asik lagi menghitung

Menambah harga dari tiap kata tak bermakna

Tanah ini milik kita katamu

Aku hanya punya dedaun kering

dan sedikit nasi yang kau buang kemarin sore

disini...

di negeriku, aku tak pernah kau kenali


Anugerah

Hanya biarkan aku disini
berpulang padaMu
dalam taburan mewangi
iringan doa umatMu

berharap akan sukmaku
kemuliaanMu yang terhilang
berpaling dalam egoku
nafsu yang jalang

aku hina dalam debu
meratap tangis tak berair mata
tetapi aku masih terpaku
dalam nista Kau beri anugerah

kembali padaMu
dan ku tahu
dihujung jalan Kau berdiri
mengulur tangan aku dinanti

kasihMu membakar jiwaku
dalam kelu lidahku
biarkan hati menembang
lagu puji syukur mengembang
................... untuk seseorang yang terluka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.