Menyusuri lorong-lorong kesenyapan
Lelah dalam kegelisahan
Mengatup kelopak mata membayang masa depan
Pulang menyesak kampung halaman
Pelataran-pelataran siang tadi berserekan
Sunyi senyap dalam remang bulan
Menimbang segala ketidakpastian
Hasrat padam takhluk dalam kekuasaan
Barisan-barisan pagi tadi berpanjangan
Menahan gelisah ketidakpastian
Hilang dalam hitung-hitungan kini
Desa kelahiran arah kembali
Anak-anak telah terlelap
Menyepi para gembala di padang gelap
Para bapak menerka hari
Disampingnya para ibu meresah menanti
Setiap anak manusia harus kembali
Desa gelisah sepanjang hari
Rumah-rumah tak lagi kosong
Berhimpitan hingga ke lorong-lorong
Terdengar pintu diketuk-ketuk
Langkah-langkah semakin dekat
Dari ujung tak menyahut
Kini ada di depan mata balik pintu tersekat
Apakah yang kau cari sampai disini
Tempat berteduh sekedar menginap
Rumah telah penuh tiada lagi
Bagaimana aku harus memberi jawab
Langkah-langkah melaju perlahan
Dalam tangisan tak tertahankan
Tunggulah sebentar
Kiranya ini jalan keluar
Berbaringlah di sudut lorong
Dikandang domba yang sedang kosong
Seorang bayi lahir diantara manusia terlelap
Bangunlah...
Lihatlah dia datang
Membawa kabar sukacita
Membuka jalan kembali
Dalam rumah kekal
Jawab pasti bagi kegelisahan, kegundahan dan kehampaan
Datanglah padanya
Bayi mungil pembawa terang
Raja damai yang kekal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.