Jumat, 02 Desember 2011

Malam Kelahiran

Menyusuri lorong-lorong kesenyapan

Lelah dalam kegelisahan

Mengatup kelopak mata membayang masa depan

Pulang menyesak kampung halaman


Pelataran-pelataran siang tadi berserekan

Sunyi senyap dalam remang bulan

Menimbang segala ketidakpastian

Hasrat padam takhluk dalam kekuasaan


Barisan-barisan pagi tadi berpanjangan

Menahan gelisah ketidakpastian

Hilang dalam hitung-hitungan kini

Desa kelahiran arah kembali


Anak-anak telah terlelap

Menyepi para gembala di padang gelap

Para bapak menerka hari

Disampingnya para ibu meresah menanti


Setiap anak manusia harus kembali

Desa gelisah sepanjang hari

Rumah-rumah tak lagi kosong

Berhimpitan hingga ke lorong-lorong


Terdengar pintu diketuk-ketuk

Langkah-langkah semakin dekat

Dari ujung tak menyahut

Kini ada di depan mata balik pintu tersekat


Apakah yang kau cari sampai disini

Tempat berteduh sekedar menginap

Rumah telah penuh tiada lagi

Bagaimana aku harus memberi jawab

Langkah-langkah melaju perlahan

Dalam tangisan tak tertahankan

Tunggulah sebentar

Kiranya ini jalan keluar

Berbaringlah di sudut lorong

Dikandang domba yang sedang kosong

Seorang bayi lahir diantara manusia terlelap

Bangunlah...

Lihatlah dia datang

Membawa kabar sukacita

Membuka jalan kembali

Dalam rumah kekal

Jawab pasti bagi kegelisahan, kegundahan dan kehampaan

Datanglah padanya

Bayi mungil pembawa terang

Raja damai yang kekal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.