Kamis, 08 Desember 2011

Desa Kelahiran: Cengkring Pekan


Episode: Malam Purnama

Mendengar lagu Panbers di Youtube langsung membawaku kepada suasana desa kelahiranku. Setarik nafas telah membawaku kepada hamparan luas persawahan. Aroma bunga padi saat pagi menghantar setiap anak-anak desa ini membangun mimpi. Kala malam tiba senandung lagu-lagu anak-anak muda melantun merdu setelah seharian mereka bekerja di sawah, di proyek atau dimana saja. Keberadan bulan tidak mempengaruhi hal ini, tetapi alangkah indahnya ketika bulan mencapai kebundaran yang sempurna maka keramaian malam akan berlangsung lebih lama. 

Pernah suatu ketika dalam masa kanak-kanakku. Kami berkumpul beramai-ramai di lapangan SD negeri di belakang rumahku. Permainan itu begitu menguras energi. Kami menyebutnya Sambarlang. Berdua-dua kami berlari dan tidak bisa terputus. Penjaga akan berlari mengejar kami untuk memutus rantai kami. Gelak tawa terengah-engah karena setelah lelah berlari berkejaran. Cahaya bulan penuh itu memberi pesona yang begitu kuat bagi kami kanak-kanak hingga kami bermain sampai tengah malam. Para orang tua seakan sepakat kalau malam demikian adalah malam perayaan bagi semua orang desa.

Kembali pada orang-orang muda, amboi....seperti vokal group profesional, hanya perlu satu orang untuk menarik nada dasar maka mengalunlah suara indah sempurna dalam jalinan sopran alto tenor diiringi gitar nan jernih. Para orangtua berkumpul-kumpul di depan rumah tetangga. Sebahagian terkumpul karena kesamaan kegemaran saat senggang yakni menganyam tikar, adalagi sama-sama membuat karya-karya anyaman hingga yang sekedar kumpul bersenda gurau.

Ketika para orang tua dan anak-anak masuk rumah dan mengistirahatkan badan di atas tempat tidur kayu, seakan sudah kesepakatan alam dan para pemuda maka lagu-lagu para ornag muda itu akan mengalun melodi-melodi yang mendayu, mulai dari lagu, poppy mercury, nike ardila, niki astria, dan tidak lupa panbers serta lagu-lagu batak dalam tembang rita butar-butar, trio ambisi, carles simbolon atau jack marpaung.
Aku akan menikmati suara dalam kesenyapan malam itu sampai satu-dua jam hingga terlelap. Lagu-lagu itu membawaku melambung menyusun mimpi dalam sayap merekah menuju mega-mega. Betapa kurindukan desa kelahiranku itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.