Rabu, 23 November 2011

Seayat Doa

Pergi, pergilah ayah

Dalam peradaban kekal

Mengujungi titian semu

Menepi biduk dalam samudra hidup

“Sulungku, tegaklah berdiri

Mengarah. Kibarkan layar

Bawa serta ibu adikmu

Hingga dermaga hati hentikanmu

Sulungku, tinggallah aku pada tepian searah

Alam nirwana. Berlayarlah”

Menutup mata terpatri di hati

Seiring doa sanak kerabat

Tertancap jangkar

Kau tertinggal

Dalam peradaban kekal

Aku berlayar

Seayat doa

Bapaku terimalah padaMu

Sebilah berkah

Tiang layarku berkibarlah


Dipublikasi di Harian Analisa 23.11.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.