Siang ini kita akan membahas satu kisah dalam perjanjian lama yang sudah kerapkali kita baca ataupun kita dengarkan. Sebuah kisah yang sangat menggugah dari seorang tokoh besar dalam Alkitab. Teks kita hari ini adalah kej 22:1-14. Namun sebelum kita membahas lebih dalam teks ini ada baiknya kita membahas tantang latar belakang teks ini serta penghantar dalam konteks tema kita.
Tema ini merupakan suatu tema yang menjadi pergumulan bagi setiap orang. Karena setiap kita hidup dalam rangka mengaktualisasi diri dan mencari jati diri. Semua yang kita lakukan dalam rangka untuk mengukuhkan identitas diri. Oleh karena itu banyak manusia mencoba mencari jawaban melalui berbagai usaha diri, melalui psikologi, melalui sejarah, melalui kekayaan, melalui status social dll. Tetapi manusia gagal menemukan jati diri yang sesungguhnya. Manusia tidak pernah menemukan jawaban yang pasti dan memenuhi hatinya dengan jawaban yang memuaskan. Karena sesungguhnya manusia mencari jawaban melalui sesama ciptaan.
Oleh karena itu siang ini kita akan menemukan jawaban dari pencipta kita. Karena sesungguhnya kita diciptakan untuk satu tujuan. Kita diciptakan bukan ada dengan sendirinya. Dan ada suatu rancangan mengapa kita harus terlahir ke dunia ini. Marilah kita kembali pada Alkitab yang menceritakan siapakah kita sesungguhnya. Marilah kita melihat alkitab secara utuh dan marilah kita membagi alkitab secara keseluruhan:
1. Kejadian pasal 1-11 merupakan suatu pendahuluan ataupun setting cerita besar Alkitab
2. Kejadian pasal 12- Wahyu pasal 20 merupakan isi cerita suatu cerita besar(Grand Story)
3. Wahyu Pasal 21-22 merupakan penutup.
Mari kita perhatikan bahwa bagian pertama merupakan penghantar. Suatu setting cerita. Bagian ini menceritakan bagaimana manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Allah ingin agar manusia bertambah banya dan memenuhi bumi. Manusia-manusia yang menjadi gambar dan rupanya di bumi. Tetapi manusia itu gagal dan manusia itu jatuh kedalam dosa dan oleh satu orang dosa telah masuk ke dalam dunia. Sehigga manusia itu bertambah banyak dalam keberdosaannya. Allah mencoba untuk menyelamatkan manusia itu dan melakukan pemurnian dengan air bah. Tetapi seiring dengan bertambah banyaknya manusia bertambah pula keberdosaan manusia. Akhirnya Allah mengacaubalaukan manusia itu karena ingin menentang Allah ketika manusia itu ingin membangun menara yang tingginya sampai kelangit. Sehingga kejadian itu disebut Babel.
Maka Allah dalam inisiatif-Nya dan kasih-Nya memanggil manusia itu kembali kepada-Nya. Allah ingin manusia itu berbalik kembali kepada-Nya. Maka inilah berita yang menjadi isi cerita Alkitab. Bagian dua dari pembagian alkitab diatas adalah berita kasih Allah yang memanggil kembali manusia itu kepada-Nya. Pada bagian akhir bagian dua ini yaitu wahyu pasal 20 adalah kisah penghukuman yang terakhir dan itu adalah bagian orang-orang yang tidak meresponi Allah sedang bagi setiap yang berbalik akan masuk kedalam bagian akhir alkitab yaitu memasuki langit dan bumi yang baru (wahyu 21)
Dalam konteks inilah kita akan mempelajari teks kejadian 22:1-14. Pada pasal 12 Allah memanggil Abram dan menyatakan janji-Nya menjadikan abram menjadi bangsa yang besar. Abram mengikuti perintah Tuhan dan pergi ke tempat yang dia tidak tahu tetapi dia mengikuti pimpinan Tuhan tetapi sepanjang kejadian 12 sampai 21 abraham seringkali gagal. Oleh karena itu pada bagian 22 :1-14 merupakan cerita dimana Allah menguji iman Abraham. Abraham diminta mempersembahkan anak-Nya kepada Tuhan yang sama artinya mempersembahkan semua yang terbaik, yang termahal dalam hidupnya yaitu anak satu-satunya. Allah ingin melihat hati Abraham dan ketika Abraham akan mempersembahkan anaknya maka Allah mencegahnya dan mengungkapkan satu kalimat yang sangat indah “tahulah aku sekarang bahwa engkau takut akan aku”
Jika Tuhan datang pada kita hari ini apakah Dia juga akan mengungkapkan kalimat yang sama bagi kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.