Senin, 22 Agustus 2011

Beku Bersamamu

kau berdiri menghampiri matahari
"keringkan air mataku" katamu
sebab kau tak akan pernah terlihat lemah bagi mereka

Aku menghampiri hatimu
menempel telinga meraba detak jantungmu
mengapa nyanyian itu begitu duka

kau mandi di bawah bulan melewat malam
sebab ia tak dapat keringkan air matamu

aku menghampirimu
menempel hidung merasa desahmu
dan bau nanah memendar menusuk jiwaku

aku akan menangis untukmu, kataku
dan kau mendekat, mencair penuhi relungku
aku berlari segera menghadap matahari
mengeringkan air mataku dan kembali padamu

kau kembali bisu, beku
" aku hanya mau kau disini" katamu
karena hari yang kau lalui hanya merindu
merindu untukmu menjadi ada
dan disini bersamaku kau ada

Untuk Adikku JS
Rantauprapat, Agustus 2011






Minggu, 21 Agustus 2011

Bertumbuh Sudah Sejak Dari Keluarga

Siang ini, jalan bersama saudara KTB mengunjungi sebuah supermarket yang baru buka kemarin. sesampai di pelataran parkir sebuah mobil masuk mendahului kami yang naik sepeda motor. Perhatianku langsung tertuju pada orang dalam mobil. Ternyata pengemudi seorang kakek tua dan didalam terlihat dua orang anak remaja. Kesimpulan paling logis adalah mereka adalah cucu-cucu kakek itu.

Sesampai di rumah aku menonton film Alexander. Dalam satu adegan Alexander kecil sedang didik oleh ayahnya Raja Philip dalam sebuah goa. Sebuah adegan yang menggambarkan kedekatan ayah dengan anak yang kemudian sangat mempengaruhi Alexander dalam masa-masa menaklukkan musuh-musuhnya. Didikan seorang ayang yang menjadikan anak lelakinya menjadi ksatria.

Pendidikan untuk membentuk seorang pribadi yang bertumbuh dengan sehat akan dimulai dari keluarganya.
Seorang kakek mendidik cucunya untuk menjadi seorang remaja pria yang bertumbuh dengan baik ketika si kakek mempunyai keberanian untuk berbagi hidup dengan cucu-cucunya.
seorang ayah mendidik anaknya ketika seorang ayah mempunyai keberanian untuk membagi kepribadiannya dengan anaknya.

Tetapi seorang anak akan bertumbuh dalam jiwa yang tidak merdeka dan masalah kejiwaan ketika dia tidak mendapati sosok dalam keluarganya. Dan hanya menemukan jiwa-jiwa yang kerdil, ketakutan, mendendam dan tidak pernah dapat menerima diri sendiri dalam keluarganya.

Menyelamatkan generasi ke depan dengan menyelamatkan keluarga-keluarga saat ini. Mempersiapkan suatu pernikahan dengan baik adalah menyiapkan suatu generasi yang baik dimasa mendatang. Pernikahan yang instant dan mementingkan diri hanya akan menyiapkan pernikan rapuh dan bangunan rumah yang hanya menunggu waktu menyaksikan kehancurannya. Memperjuangkan keluarga akan menyelamatkan generasi masa mendatang.

Minggu, 07 Agustus 2011

Konsistensi Diri

Konsistensi diri tidak mengandung niata mengeksplorasi semua sumber daya bagi perwujudan diri tetapi wujud dari tanggungjawab moral bagi keharmonisan semesta

Konsistensi diri bukanlah sesumbar nafsu bagi perekaan akan hari depan tetapi keharmonisan terhadap keindahan rencana sang Khalik

Konsistensi diri adalah wujud dari kematangan diri, suatu bentuk kristalisasi prinsip sebagai hasil perenungan dan penglihatan mata batin akan hidup

Konsistensi diri bukanlah pendewaan terhadap berbagai rasa suka dan penistaan di luar diri tetapi kesadaran akan kesempurnaan penciptaan Sang Khalik dalam setiap insan

Karya hanya tercipta dari konsistensi diri. Semua pencapaian hasil yang disebut keberhasilan hanya dapat tercipta lewat konsistensi diri

Sabtu, 06 Agustus 2011

KEPEMIMPINAN KRISTEN

-Suatu tinjauan dasar kepemimpinan Kristen dalam konteks Indonesia dan zaman-

Pendahuluan

Kepemimpinan Kristen bukanlah sesuatu hal yang aneh bagi kita. Sejak kita bergabung dalam pelayanan mahasiswa, kepemimpinan Kristen merupakan hal yang selalu ditekankan sebagai bagian dari visi pelayanan mahasiswa itu sendiri. Kepemimpinan Kristen dengan demikian menjad dasar memasuki dunia alumni. Untuk itu kita diperlengkapi baik melalui Kelompok Kecil, seminar, pengisian maupun Kamp Kepemimpinan. Kita menjadi begitu digerakkan oleh kepemimpinan Kristen sebagai alumni yang begitu idealis memasuki dunia alumni.

Tetapi dunia alumni tidak lain daripada kehidupan rutinitas. Kita memasuki dunia pekerjaan sebagai bagian dari cara bertahan hidup. Tuntutan-tuntutan pekerjaan menguras hampir semua waktu kita dan kita tenggelam dalam arus pusara rutinitas pribadi dan kehilangan idealism serta panggilan hidup yang kita sudah rencanakan saat masih di pelayanan mahasiswa. Kepemimpinan Kristen pada akhirnya menjadi barang aneh ditengah-tengah rutinitas pekerjaan. Dalam kondisi inilah kiranya kita mengambil waktu sejenak dan kembali merenungkan arti kepemimpinan Kristen itu sendiri.

Kita tidak akan membahas konsep dan cirri. Tetapi kita akan kembali untuk membahas dasar kepemimpinan itu sendiri. dengan demikian konsep kepemimpinan yang kita sudah kita hidupi dibaharui dan digerakkan dari dasar kepemimpinan Kristen itu sendiri. Hal ini penting karena sebagai alumni kita seringkali bukan tidak punya kepemimpinan tetapi kehilangan arah karena kita tidak lagi bergerak dari dasar kepemimpinan kita. Dengan membahas dasar kepemimpinan Kristen itu sendiri kita kembali pada pondasi. Dengan demikian kita tidak diombang-ambingkan dalam konteks hidup berbangsa dan secara pribadi dalam konteks zaman ini.

Berbicara soal kepemimpinan Kristen tentu kita tidak lepas dari istilah kepemimpinan yang melayani. Dan kita juga sudah pasti menjadikan Yesus sebagai tokoh dan model kepemimpinan Kristen ataupun kepemimpinan yang melayani. Tetapi dalam kesempatan ini saya tidak akan mengeksposisi kepemimpinan Yesus secara keseluruhan tetapi saya akan membahas bagian dari awal kepemimpinan Yesus bahkan dasar kepemimpinan Yesus sebelum Yesus memulai pelayanannya. Sebelum berbicara kepemimpinan Kristen dalam konteks Indonesia dan zaman ini kita akan membahas bagaimana Yesus menghayati panggilanNya di dunia ini dalam rangka mengerjakan misi Allah melalui kisah pencobaan di padang gurun.

Yesus menentukan prioritas hidup sebagai dasar kepemimpinan dan arah pelayananNya(Luk 4:1-21)

Setelah Yesus dibabtis oleh Yohanes maka Yesus penuh dengan Roh Kudus dan dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Yesus berpuasa selama 40 hari. Setelah itu maka Iblis datang untuk mencobai Yesus. Yesus dicobai sebanyak 3 kali.

Pertama, iblis berkata “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Yesus dalam keadaan lapar. Yesus memang anak Allah dan Dia mampu hanya untuk mengubah batu menjadi roti. Bangsa israel ada dalam penjajahan dan saat itu orang-orang miskin sangat banyak. Kemiskinan yang bukan sekedar kelaparan tetapi suatu kondisi yang sangat mengharapkan hanya mujizat karena mereka hidup dalam kesenjangan social dan tertindas. Sehingga bangsa israel pada waktu itu akan mengikuti siapa saja yang memberi kemerdekaan ekonomi. Tetapi Yesus dalam konteks itu menyadari bahwa ada kebutuhan manusia yang jauh lebih besar dan utama dari sekedar makanan. Pencobaan ini bukan sekedar menguji ketahanan Yesus terhadap lapar tetapi sebagai Anak Allah, apakah yang akan disampaikan oleh Yesus bagi dunia. Yesus sedang ditantang untuk menghayati akan kebutuhan dasar manusia yaitu keselamatan. Tujuan utama hidupNya bukan untuk menjadi pelaku mujizat ekonomi. Yesus menyadari ada kebutuhan utama hidup manusia daripada sekedar pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bukan berarti Yesus tidak mengerti akan adanya kebutuhan makanan karena kemudian hari Yesus memberi makan 5000 orang. Untuk itu Yesus mengutip ulangan 8:3 “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari Firman Allah.” Bukan soal makanan tetapi siapa yang berkuasa untuk memelihara. Allah ingin menyelamatkan manusia dari ketergantungan pada dosa dan dunia dan memerdekakannya menjadi manusia yang berbalik pada Allah.

Kedua, iblis membawa Yesus ke tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata iblis menunjukkan semua kerajaan dunia dan iblis mengatakan : "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Yesus ditantang kembali untuk menghayati akan kerajaan yang akan dibangun-Nya. Kondisi bangsa israel yang dalam penjajahan Keraan Romawi membuat bangsa Israel mengharapkan kehadiran mesias sebagai raja politik yang akan menggulingkan kerajaan Romawi dan mendirikan kembali kerajaan Israel. Yesus untuk berbagi kekuasaan dengan iblis. Tetapi Yesus menyadari bahwa kerajaan yang akan didirikan-Nya adalah kerajaan bagi umat Tuhan yang menyerahkan hidupnya pada kedaulatan Allah. Umat-Nya yang baru bukanlah pemerintahan yang hanya akan meneruskan keberadaan kerajaan romawi yang lalim dan kejam dan hanya berganti bangsa penguasa tetapi suatu kehidupan umat yang baru yang timbul dari tabiat batin yang sama sekali baru dari mereka yang menjadi anggota-anggota-Nya sewaktu mereka melayani dan beribadah hanya kepada Allah saja. Ada kebutuhan yang jauh lebih besar dari sekedar keluar dari penindasan yakni kemerdekaan jiwa yang hanya akan diperoleh saat hidupnya kembali pada kedaulatan Allah. Maka Yesus menjawab : "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Ketiga, Iblis membawa Yesus ke atas menara bait Allah dan berkata : "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus ditantang untuk menggunakan janji-janji Allah untuk kepentingan pribadi. Bangsa Israel hidup dalam tekanan yang sangat hebat pada waktu itu. Bangsa itu membutuhkan adanya orang-orang yang memberi mujizat sebagai tanda. Jika Yesus melakukannya maka dengan mudah Yesus akan mendapat pengakuan. Tetapi bukan pengakuan yang hanya melihat bukti-bukti secara jasmani. Yesus menyadari adanya kebutuhan yang jauh lebih besar dari sekedar hidup dalam tanda-tanda dan mujizat-mujizat yakni hidup taan pada Allah. Hidup bukan perkara-perkara yang kita kehendaki tetapi apa yang Tuhan kehendaki. Hidup bukan sekedar menguji kebenaran janji-janji Tuhan tetapi taat penuh pada rencana dan kehendak-Nya sehingga Yesus menjawab : "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Yesus telah menetapkan prioritas hidup-Nya untuk taat penuh pada Bapa-Nya. Hidup untuk mengerjakan misi Bapa bagi manusia dan inilah yang menjadi dasar kepemimpinan Yesus. Prioritas ini pula yang pada akhirnya mengkristal sebagai visi yang mewujud sebagai kabar baik, Injil kerajaan Sorga. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa Yesus penuh dengan Roh Kudus dan setelah Yesus kembali ke Nazaret maka Yesus membaca bagian kitab Yesaya saat pembacaan kitab di bait Allah. Yesus membaca apa yang menjadi panggilan-Nya di dunia. "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Yesus sangat menyadari apa yang harus dilakukan-Nya dalam hidup-Nya. Tidak ada yang kabur dan membuat dia ragu untuk melakukan apa yang harus dilakukan-Nya. Dengan demikian Yesus sangat mengerti apa yang dia katakana bahwa “hari ini nats ini telah digenapi saat kamu mendengarnya”. Kejelasan panggilan hidup membuat Yesus untuk bertindak tepat waktu. Yesus tidak pernah menjadi terlalu terlambat atau menjadi terlalu cepat. Ia tahu persis apa yang Bapa-Nya ingin untuk ia lakukan pada saat yang tepat pada proporsi yang tepat pula.

Kepemimpinan Kristen dengan demikian lahir dari kejelasan akan panggilan Allah dalam hidup kita. Panggilan inilah kiranya yang kita sebut dengan Visi. Sendjaya dalam bukunya kepemimpinan Kristen menuliskan bahwa kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari Visi. Pemimpin tanpa visi adalah liar bahkan dapat dikatakan bahwa ia sama sekali bukan pemimpin.

Untuk menghayati kepemimpinan Kristen hendaknya kita merenungkan apa yang yang mendasari kepemimpinan itu sendiri sebagaimana Yesus memulai kepemimpinan-Nya dengan menghayati arti panggilan dan misi-Nya di dunia ini. Dan kita hendaknya meneladani dan menjadikan prioritas itu sebagai dasar bagi panggilan kita di dunia ini. Kepemimpinan kita dalam dunia ini adalah untuk membawa manusia pada kebutuhannya yang lebih utama dari sekedar kebutuhan dunia yakni kebutuhan akan keselamatan jiwa, kebutuhan akan kemerdekaan untuk berbalik pada Allah, melayani dan menyembahNya serta membawa manusia untuk taat pada Allah dan menjadikan allah menjadi prioritas utama bukan sekedar mencari bukti dari janji-janji Allah. Hidup dalam penghayatan akan panggilan inilah yang kiranya melahirkan kepemimpinan diri kita.

Kepemimpinan Kristen dalam konteks berbangsa

Bangsa indonesia telah memasuki usia kemerdekaannya yang ke 65 tahun dan masa reformasi yang mencita-citakan kedewasaan proses demokrasi di indonesia yang ke 12 tahun. Tetapi kepemimpinan yang kita saksikan ditengh-tengah bangsa adalah kepemimpinan oportunis, pencitraan dan nihil integritas. Masyarakat kian kehilangan kepercayaan pada para pemimpin yang memimpin secara politis dalam arti yang sempit yakni pada kepentingan pribadi dan golongan. Besarnya biaya politik yang secara terbuka sekan mengumbar nafsu politik itu sendiri.

Sata ini kehidupan yang pragmatis individualis menjadi ciri kepemimpinan para elit politik di tengah-tengah menjalankan pemerintahan. Artinya para pemimpin selalu mencari jalan aman bagi kedua pihak yang mendatangkan keuntungan pada masing-masing pihak. Kepemimpinan kehilangan esensinya sebagai amanah rakyat. Sehingga tidak jarang kebijakan-kebijakan yang diambil di tengah-tengah bangsa ini tidak tersentuh rakyat bahkan memberatkan kehidupan rakyat kecil. Menjadi pemandangan yang umum bagi kita melihat orang kaya kian kaya dan orang miskin semakin miskin dan dipermiskin.

Dalam konteks kebangsaan inilah kita menghayati arti kepemimpinan Kristen kita. Menghayati panggilan kita melalui profesi yang sedang kita emban. Apakah kita hanya bagian dari arus hidup dari kebanyakan orang. Atau apakah kita akan terus tenggelam dalam arus rutinitas yang menghabiskan waktu, energy dan kesempatan yang kita punya. Bukan berarti kita akan meninggalkan profesi kita tetapi panggilan lebih dari profesi. Profesi hanya alat pencapaian dari panggilan itu sendiri. hendaknya kita kembali menenangkan diri dan menata ulang kehidupan kita yang didasari oleh panggilan allah dan kembali pada prioritas hidup yang Tuhan inginkan.

Dengan demikian kepemimpinan kita bukan kepemimpinan pencitraan dan populis tetapi kepemimpinann yang taat penuh pada Allah hingga mati. Kepemimpinan kita bukan kepemimpinan oportunis maupun posisi tetapi kepemimpinan yang memberi pengaruh bagi banyak orang. Kepemimpinan kita tidak berbicara kekuasaan dan menuntut pelayanan tetapi hidup melayani sesama. Kepemimpinan kita bukanlah kepemimpinan tandingan dari penguasa dunia tetapi soal bagaimana kita mengasihi sesama kita. Bukan suatu tindakan penindasan baru tetapi soal pengampunan. Dalam konteks kepemimpinan inilah kita menghayati peran kita dalam kehidupan berbangsa saat ini.

Kepemimpinan Kristen dalam konteks zaman ini

Zaman yang saya maksud dalam hal ini dipandang dari sudut teknologi dan arus pemikiran manusia. Para pemikir dunia sepakat menyebut zaman ini adalah zaman postmodern. Dan arus pemikian sebagai faham maupun proses berpikir disebut postmodernisasi. Salah satu cirinya adalah keserbarelatifan segala sesuatu. Tidak ada standar kebenaran objek. Kebenaran adalah kebaikan yang dipandang secara subjektif. Dengan demikian manusia semakin individualis. Segala keputusan yang ingin diambil diukur dari seberapa baik dan menyenangkan hal itu pada diri saya pribadi. Dalam kontek yang demikian hubungan manusia tidak mengikat.

Zaman dimana kita hidup dipandang dari segi teknologi adalah teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi arus pusat kehidupan manusia. Teknologi informasi merupakan mengalir dan menjadi arus yang sangat cepat. Manusia bahkan seakan terseret mengikut arus itu tanpa sempat berpikir akan segala sesuatu keputusan yang diambil didalamnya. Teknologi informasi menyediakan sarana komunikasi seluas-luasnya. Hanya saja ruang komunikasi yang mengalir begitu cepat ini membuat komunikasi yang dangkal bahkan maya. Manusia memasuki suatu kehidupan yang maya dan hal ini semakin membuat manusia kehilangan identitasnya.

Dalam zaman yang demikian, bagimana kita menghayati arti hidup dalam kepemimpinan Kristen. Kepemimpinan Kristen berbicara soal pengaruh namun tidak lagi langsung dihubungkan dengan pengikut. Sehingga kepemimpinan Kristen bukan mengumpulkan pengikut tetapi membawa pengaruh yakni kabar baik. Injil kerajaan sorga. Kepemimpinan Kristen tidak lagi dibatasi oleh tempat dan waktu tetapi bagaimana kita hidup dalam realitas kerajaan Allah. Arus zaman yang kian deras tidak serta merta membawa kita hanyut tetapi kita hadir membawa kebutuhan utama manusia lebih dari sekedar kepuasan diri. Hadir dalam relasi yang dalam bukan dalam relasi yang semu.

Penutup

Kepemimpinan Kristen adalah hidup dalam terang ilahi, menghayati arti panggilan Allah dalam hidup kita. Jadilah seorang pemimpin Kristen yang hidup untuk mengerjakan Allah bagi dunia. Dengan demikian hidup kita adalah untuk melayani sesama membawa kebutuhan utama manusia yakni menjadi warga kerajaan Allah. Seluruh hidup kita ditentukan oleh prioritas yakni ketaatan pada Allah.

Who Am I?

Siang ini kita akan membahas satu kisah dalam perjanjian lama yang sudah kerapkali kita baca ataupun kita dengarkan. Sebuah kisah yang sangat menggugah dari seorang tokoh besar dalam Alkitab. Teks kita hari ini adalah kej 22:1-14. Namun sebelum kita membahas lebih dalam teks ini ada baiknya kita membahas tantang latar belakang teks ini serta penghantar dalam konteks tema kita.

Tema ini merupakan suatu tema yang menjadi pergumulan bagi setiap orang. Karena setiap kita hidup dalam rangka mengaktualisasi diri dan mencari jati diri. Semua yang kita lakukan dalam rangka untuk mengukuhkan identitas diri. Oleh karena itu banyak manusia mencoba mencari jawaban melalui berbagai usaha diri, melalui psikologi, melalui sejarah, melalui kekayaan, melalui status social dll. Tetapi manusia gagal menemukan jati diri yang sesungguhnya. Manusia tidak pernah menemukan jawaban yang pasti dan memenuhi hatinya dengan jawaban yang memuaskan. Karena sesungguhnya manusia mencari jawaban melalui sesama ciptaan.

Oleh karena itu siang ini kita akan menemukan jawaban dari pencipta kita. Karena sesungguhnya kita diciptakan untuk satu tujuan. Kita diciptakan bukan ada dengan sendirinya. Dan ada suatu rancangan mengapa kita harus terlahir ke dunia ini. Marilah kita kembali pada Alkitab yang menceritakan siapakah kita sesungguhnya. Marilah kita melihat alkitab secara utuh dan marilah kita membagi alkitab secara keseluruhan:

1. Kejadian pasal 1-11 merupakan suatu pendahuluan ataupun setting cerita besar Alkitab

2. Kejadian pasal 12- Wahyu pasal 20 merupakan isi cerita suatu cerita besar(Grand Story)

3. Wahyu Pasal 21-22 merupakan penutup.

Mari kita perhatikan bahwa bagian pertama merupakan penghantar. Suatu setting cerita. Bagian ini menceritakan bagaimana manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Allah ingin agar manusia bertambah banya dan memenuhi bumi. Manusia-manusia yang menjadi gambar dan rupanya di bumi. Tetapi manusia itu gagal dan manusia itu jatuh kedalam dosa dan oleh satu orang dosa telah masuk ke dalam dunia. Sehigga manusia itu bertambah banyak dalam keberdosaannya. Allah mencoba untuk menyelamatkan manusia itu dan melakukan pemurnian dengan air bah. Tetapi seiring dengan bertambah banyaknya manusia bertambah pula keberdosaan manusia. Akhirnya Allah mengacaubalaukan manusia itu karena ingin menentang Allah ketika manusia itu ingin membangun menara yang tingginya sampai kelangit. Sehingga kejadian itu disebut Babel.

Maka Allah dalam inisiatif-Nya dan kasih-Nya memanggil manusia itu kembali kepada-Nya. Allah ingin manusia itu berbalik kembali kepada-Nya. Maka inilah berita yang menjadi isi cerita Alkitab. Bagian dua dari pembagian alkitab diatas adalah berita kasih Allah yang memanggil kembali manusia itu kepada-Nya. Pada bagian akhir bagian dua ini yaitu wahyu pasal 20 adalah kisah penghukuman yang terakhir dan itu adalah bagian orang-orang yang tidak meresponi Allah sedang bagi setiap yang berbalik akan masuk kedalam bagian akhir alkitab yaitu memasuki langit dan bumi yang baru (wahyu 21)

Dalam konteks inilah kita akan mempelajari teks kejadian 22:1-14. Pada pasal 12 Allah memanggil Abram dan menyatakan janji-Nya menjadikan abram menjadi bangsa yang besar. Abram mengikuti perintah Tuhan dan pergi ke tempat yang dia tidak tahu tetapi dia mengikuti pimpinan Tuhan tetapi sepanjang kejadian 12 sampai 21 abraham seringkali gagal. Oleh karena itu pada bagian 22 :1-14 merupakan cerita dimana Allah menguji iman Abraham. Abraham diminta mempersembahkan anak-Nya kepada Tuhan yang sama artinya mempersembahkan semua yang terbaik, yang termahal dalam hidupnya yaitu anak satu-satunya. Allah ingin melihat hati Abraham dan ketika Abraham akan mempersembahkan anaknya maka Allah mencegahnya dan mengungkapkan satu kalimat yang sangat indah “tahulah aku sekarang bahwa engkau takut akan aku”

Jika Tuhan datang pada kita hari ini apakah Dia juga akan mengungkapkan kalimat yang sama bagi kita?

Kerendahdirian : Penindasan Intelektualitas

“Sebuah tinjauan ketidaksiapan kita memasuki dunia alumni”

Sudah lama sekali aku ingin menyuratimu tentang keresahan hatiku untuk masalah ini. Tentulah kau akan berpikir bahwa aku hanya sedang memiliki suasana hati yang kacau, pekat dan gelap. Tetapi untuk kali ini aku minta jangan mengasihani diriku dan terpaksa mendengarku. Aku harus katakan bahwa aku dalam terang hati seterang-terangnya. Pikiranku setenang-tenangnya. Karena itu duduklah dengan tenang dan dengarkan.

Sepanjang usia pelayanan dimana kita telah Tuhan panggil. Dalam segala kegairahan akan kenikmatan kemuliaan, setiap kita dibina dan dipersiapkan ke dalam dunia alumni. Tetapi entah kenapa aku menggelisahkan satu hal. Mengapa kita benar-benar kurang siap memasuki dunia alumni dunia misi yang sesungguhnya. Seketika saja idealisme menguap dan meninggalkan dalam kerontang merangkak setiap kali seorang alumni memasuki dunianya. Apakah persiapan yang kurang? Ataukah komitmen yang kurang kuat? Atau mungkin tekanan dunia alumni yang begitu kuat. Dalam perenungan ini aku semakin gelisah. Sesungguhnya aku takut untuk memberi satu penyimpulan kegelisahan hatiku. Apakah memang demikian. Berhari-hari aku merenungkungkannya hingga siang ini aku dalam suasana yang begitu tenang, pikiran seterang-terangnya, menggunakan hati sedalam-dalamnya.

“Rendah Diri,” inilah kata yang menjadi salah satu akar mengapa kita tidak pernah siap memasuki dunia alumni. Rasa tidak percaya diri yang melekat pada kita sudah sejak semula memasuki kampus. Sudah sejak menentukan pilihan untuk memilih satu jurusan di kampus kita, ada satu rasa tidak percaya diri dan pilihan itu hanyalah pilihan alternatif, bukan pilihan sebagai manusia merdeka dalam kesadaran peradaban akan kebutuhan pendidikan melalui jurusan itu. sudah sejak semula kita merasa tidak sederajat dengan lulusan kampus-kampus lain yang lebih besar.

Ketika kita mendapati ada satu sakit kejiwaan dalam diri kita maka kita mencoba membela diri. Kita tidak pernah mengobati sakit ini. Tetapi kita hanya mengikuti naluri dan kemanusiaan kita yang mencoba bangkit dengan merasa bahwa masuk menjadi salah satu mahasiswa di kampus kita itu adalah suatu keberuntungan. Bukankah kita hanya sedang menghibur diri kita. Tetapi jauh dalam hati dilubuk-lubuknya ada ketidakpuasan dan tentunya kerendahdirian. Beberapa dampak dari kerendahdirian ini memberi dampak serius dalam diri kita yaitu:

1. Merasa kita mampu hanya untuk tidak mau dianggap tidak mampu.

Kemandirian dalam berpikir bukan hanya sekedar menutupi ketidakmampuan. Sejak dalam pendidikan pertama dalam keluarga kita sudah didik untuk belajar hanya untuk tidak dianggap bodoh. Sesungguhnya kita tidak pernah merasa yakin atau memiliki kepercayaan diri untuk berpikir dan belajar. Berpikir dan belajar hanya suatu pencitraan. Kita lebih banyak menerima hukuman atas kesalahan dan kekhilafan daripada penguatan, kita lebih sering menerima nada merendahkan daripada pujian. Hal inilah yang kita bawa. Dan ketika kita telah memasuki kampus kita, kita pun cendrung berusaha untuk menguasai sesutu hanya untuk dianggap mampu buka semata-mata untuk penguasaan bidang itu sendiri. Kepuasan kita masih cendrung dipengaruhi oleh pengakuan.

Dampak ini berakibat pada ketidakpercayaan diri kita selama study. Ingatlah betapa mudahnya kita menyerah pada tugas-tugas yang sulit, pada tekanan-tekanan birokrasi. Kita belum sampai dititik benar-benar menikmati hidup dalam dunia intelektualitas. Kita masih jarang merayakan waktu-waktu diskusi, belajar, membaca diperpustakaan, nongkrong dibawah pohon beradu argument, menertawakan nilai-nilai jelek sambil berkomitmen merubah diri. Proses berpikir kita masih terikat suatu hubungan social. Berpikir mestilah secara merdeka dan mandiri. Hubungannya dengan orang lain hanyalah suatu tanggungjawab moral serta etika komunikasi dalam penyampaian.

2. Mencari prestasi menutupi kekurangan diri

Dampak ini tidak jauh berbeda dengan dampak sebelumnya. Sederhananya saya kalimatkan begini. Tidak ada perbedaan antara orang sombong dengan orang yang minder. Orang minder hanya orang yang tidak memiliki kesempatan untuk menyombongkan diri. Orang-orang yang rendah diri akan berusaha menggali potensi diri atau mengejar suatu prestasi hanya untuk menutupi kekurangan diri. Sesungguhnya orang-orang demikian belum menjadi orang merdeka. Belum menjadi orang-orang yang menerima diri apa adanya. Seseorang yang mengejar prestasi hanya menutupi kekurangan diri hanya menjadi orang yang rentan dan membawa beban hidup yang terus membayangi diri.

Berprestasi adalah demi prestasi itu sendiri. Kita tidak perlu merasa berhak untuk tidak direndahkan oleh karena kita memiliki prestasi. Menuntut penghargaan diri secara komprehensip hanya karena kita memiliki satu preatasi hanya sebuah reaktifitas. Kita harus menerima diri apa adanya, memaksimalkan potensi diri buka menutupi kekurangan diri. Kita memang harus memaksimalkan potensi diri sebagai pertanggungjawaban dihadapan Tuhan dan melihat kelemahan sebagai Sesutu yang kalau-kalau dapat kita minimalkan atau sedapat mungkin tidak mempermasalahkannya.

Terkait dengan kemandirian dalam berpikir pada akhirnya kita harus benar-benar haus akan ilmu pengetahuan bukan untuk menutupi kekurangan diri tetapi untuk benar-benar menguasai pengetahuan itu sendiri.

3. Tidak menerima orang lain apa adanya

Dampak ini langsung saja dapat kita lihat. Sejak kita masuk perkuliahan kita mulai membangun sutu pertahanan diri dengan buta. Kita tidak dapat memuji orang lain dengan tulus. Kerendadirian membuat kita sulit melihat kelebihan orang lain apa adanya. Sebaliknya kita cendrung melihatnya dari sudut pandang kita dengan tetap merasa kita tidak lebih rendah darinya. Mengakui kelebihan orang lain tidak harus merasa lebih rendah. Kita harus mampu memisahkan antara melihat kelebihan orang lain dengan menilai orang tersebut. Memang benar bahwa kita masing-masing memiliki kelebihan, tetapi tidak lantas harus membuat kita melihat kelebihan orang lain dan langsung melihat kelebihan diri.

Kita harus mampu melihat orang lain apa adanya. Kampus kita tidak akan pernah menjadi kampus besar ketika kita selalu mencari kelemahan dari kampus lain. Kita harus dengan jujur mengakui kelebihan-kelebihan dari orang-orang yang dapat masuk ke kampus-kampus yang memang lebih besar dan sudah cukup mapan serta dewasa dibanding kampus kita. Karena saat demikianlah kita membangun kampus kita menjadi besar. Kampus kita akan besar ketika mahasiswa-mahasiswa yang ada didalamnya merupakan orang-orang yang berjiwa besar dan mandiri. Seseorang menjadi besar bukan karena dia dapat menunjukkan kelemahan orang lain tetapi ketika dia dapat menerima orang lain apa adanya. Berfokus pada pribadi orang lain secara utuh tidak memandang orang lain dengan sudut sebahagian tetapi menjadikannya keseluruhan.

4. Mudah menyerah

Lihatlah betapa mudahnya kita menyerah. Jika kita tidak benar-benar merdeka dari kerendahdirian maka situasi dan kondisi dengan mudah akan menunjukkan siapa kita sesungguhnya. Kerapuhan kita akan terlihat saat kita menghadapi tantangan. Kerendirian membuat kita membangun pribadi kita menjadi pribadi yang mencari alasan bukan pribadi yang bertanggungjawab. Seorang yang percaya diri akan tahu menimbang segala resiko dan didalam kesiapan menanggung resiko dan bertanggungjawab, orang itu akan bertindak. Sehingga ketika kegagalan datang maka orang itu tidak menjadi rapuh dan mempersalahkan lingkungan dan segala sesutu diluar diri tetapi melihatnya sebagai resiko dari setiap keputusan yang diambilnya.

Kembali pada pernyataan awal maka jelaslah sudah bahwa kerendahdirian kita menjadi salah satu alasan kita tidak pernah siap memasuki dunia alumni. Gambaran-gambaran diatas sebagai dampak dari kerendahdirian cukup menggambarkan bahwa kita belum benar-benar memiliki kemerdekaan sebagai kaum intelektual yang Tuhan pilih dan siapkan sebagai agen pembaharu bangsa. Dengan demikian sebagai orang-orang tebusan Allah kita belum benar-benar siap memasuki dunia alumni yang begitu ketat persaingannya.

Sahabat, sesungguhnya ketika seorang PKK memimpin dalam ketidakmerdekaan ini maka orang itu akan terkungkung dan tidak dapat memimpin dengan bebas. Seorang PKK hanya akan memimpin serba ragu dan tidak dapat bersuara keras. Aku tidak sedang berkata bahwa kita semua harus memiliki tingkat kemampuan yang sama tetapi kita harus dalam tingkat kemerdekaan yang sama. Berapa banyak dari saudara/I kita yang memimpin dengan tidak memiliki visi atas adik-adik atau KKnya. Berapa banyak PKK berpuas diri ketika sudah dapat menjalankan tradisi KK yang sudah begitu kuat dipelayanan kita. Dengan demikian setiap AKK selalu dibayangi kerendahdirian ini. KK menjadi sedemikian kaku dan hanya sebagai tempat memelihara tradisi lisan dari pesan-pesan yang pernah diterima oleh PKKnya bukan sebagai suatu tempat dimana para kaum intelektual dalam segala kerendahatian berdiskusi untuk mencari kehendak Tuhan.

Sahabat, aku tidak akan berargumen lebih panjang lagi. Aku hanya ingin melihat bahwa pelayanan kita kedepan ini akan menjadi pelayanan bagi orang-orang yang memang menerima kemerdekaan dalam Yesus Kristus bukan hanya merdeka dari kuasa iblis tapi dari kerendahdirian, memasuki suatu peradaban yang melepas diri dari tradisi-tradisi gelar, memperbaiki taraf hidup atau menaikkan status social tetapi sebuah peradaban dari orang-orang yang Tuhan sudah tebus dan panggil untuk menikmati pendidikan tinggi sebagai agen pembaharu masa depan. Peradaban yang mencintai ilmu pengetahuan. Peradaban yang membawa manusia pada taraf yang lebih mulia yakni dalam gambar dan rupa Allah. Sehingga alumni-alumni yang kita hasilkan adalah alumni-alumni yang mandiri, terarah oleh panggilan Tuhan dan dengan percaya diri akan menantang dunia dengan segala kekorupannya. Alumni yang benar-benar siap dengan kemampuan yang diperolehnya selama mahasiswa dan dilayani tanpa harus merasa rendah diri dihapan orang lain.

Kuharap semua ini dapat menjadi pemikiranmu juga dan jangan biarkan menguap begitu saja. Kalaupun banyak yang kurang mendalam tetapi aku sudah mengerahkan daya pikirku untuk benar-benar mengajukan pemikiran ini padamu. Kuharap kau dapat memperdalamnya dalam dirimu.

Cyber World dan Hidup Remaja

Pendahuluan

Menurut Forbes America’s Top 400 Richest rata-rata umur orang-orang terkaya amerika menurun semakin muda. Hal ini justru disebabkan oleh masuknya orang-orang yang sangat muda kedalam kategori orang terkaya. Menarik sekali orang-orang muda ini adalah orang-orang yang berkecimpung dalam perusahaan yang bergerak dalam teknologi informasi. Bill Gates, pendiri Microsoft menjadi orang terkaya dalam umurnya tidak kurang dari 30 tahun. Dalam kompas 27 oktober 2010 dituliskan bahkan Dustin Moskovitz menduduki urutan 35 orang terkaya dalam usianya yang masih 26 tahun. Dustin adalah salah satu pendiri Facebook 6 tahun yang lalu. Beliau bahkan tidak menyelesaikan kuliah jurusan ekonominya di Harvard dan 2008 setelah berpisah dari Facebook, Dustin mendirikan perusahaan sendiri.

Dewasa ini Teknologi Informasi berkembang begitu cepat seiring dengan itu berkembanglah semua peranti yang berhubungan dengannya dan salah satunya adalah internet. Bahkan semua berkembang seolah kita hanya mengikutinya. Di Indonesia sendiri internet datang terlambat. Namun dalam sepuluh tahun ini grafik perkemkembangannya naik secara drastis menukik ke atas tidak berupa grafik linier.

Pengertian

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.

Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.

Teknologi Internet menjadikan jarak tidak berarti sehingga ada istilah world is flat. Kita dapat berkomunikasi dengan orang di belahan dunia dimana pun. Adanya kecendrungan komunikasi tanpa batas inilah yang kemudian memunculkan produk internet berupa jejaring social. Sehingga seorang pengguna internet tidak lagi hanya sebagai penikmat situs tetapi dapat berhubungan/berkomunikasi dengan sesama pengguna lain. Contoh jejaring social adalah Facebook, Twitter, My Space, dll. Jejaring social ini sangat dinikmati. Maka prinsip komunikasi ini pula yang digunakan oleh orang-orang untuk mengembangkan Game internet menjadi Game Online. Artinya kita dapat bermain dengan orang-orang lain sesama pengguna internet. Untuk bahasana kita kemudian kita akan focus pada jejaringsosial dan Game online.

Remaja dan Internet

Kalangan remaja usia antara 15 sampai 19 tahun disebut mendominasi pengguna internet di Indonesia. Demikian hasil riset Yahoo! yang dilakukan di Indonesia. Data yang cukup menarik, dari seluruh pengakses internet di Indonesia disebutkan didominasi oleh pengguna remaja. Remaja usia 15-19 tahun disebut mencakup 64 persen dari pengguna internet di Indonesia. Apa yang dilakukan pengguna internet saat online? Survey itu mengatakan dominasi penggunaan layanan online adalah pada e-mail (59%), instant messaging (59%) dan social networking (58%). Selain itu, pengguna juga kerap menggunakan search engine (56%), mengakses berita online (47%), menulis blog (36%) serta memainkan game online (35%).

Dari data terakhir Indonesia ada di urutan kedua pengununjung Facebook setelah Amerika dan ketiga untuk Twitter. Tren SMS meningkat tajam. Rata-rata remaja mengirimkan lebih dari tiga ribu SMS setiap bulan atau lebih dari enam SMS setiap jam. Menurut studi baru Nielson, pengguna di AS makin menggandrungi SMS, penggunaan data, serta unduh aplikasi. Nielson menganalisa kebiasaan penggunaan layanan data 60 ribu pengguna dan melakukan survei pada tiga ribu remaja AS selama April, Mei dan Juni tahun ini. Angka yang muncul sangat mengejutkan. Jumlah SMS terkirim mengalami peningkatan, khususnya pada remaja usia 13 hingga 17 tahun. Menurut Nielson, rata-rata remaja ini mengirimkan 3.339 SMS per bulan. Remaja perempuan mengirimkan 4.050 SMS per bulan, sementara remaja laki-laki hanya 2.539 SMS.

5 Level Manusia Dalam Teknologi Internet dan komputer.


1. Creator yakni orang yang menciptakan berbagai software baru dan piranti-piranti baru untuk kemudian dimanfaatkan orang banyak.
2.
Enginer yakni orang yang mengembangkan program yang ada untuk berbagai aplikasi
3.
Profesional User yakni orang-orang yang mampu menggunakan berbagai program aplikasi untuk kebutuhan pekerjaan dan menggunakan Internet untuk berbagai informasi
4.
User yakni orang-orang yang menggunakan aplikasi internet dan hanya sebagai penikmat dan mengakses berbagai informasi
5.
Addict User yakni orang yang mengalami ketergantungan penggunaan.

Kecanduan

Kecanduan internet adalah kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan pada internet. Kecanduan yang terjadi mis:Game Online, Chatting, Mengunggah situs porno dan jejaring social. Kecanduan adalah suatu aktivitas atau substansi yang dilakukan berulang-ulang dan dapat menimbulkan dampak negatif. Di bawah ini merupakan ciri-ciri orang yang mengalami kecanduan:

  • Cemas, Frustasi dan marah ketika tidak melakukan permainan
  • Perasaan bersalah saat bermain
  • Terus bermain meskipun sudah tidak menikmati lagi
  • Teman atau keluarga mulai berpendapat ada sesuatu yang tidak beres dengan individu karena game
  • Masalah dalam kehidupan social
  • Masalah dalam keuangan dan hubungan degan orang lain.

Game Online dan Jejaring Sosial.

Remaja merupakan pasar terbesar bagi produk jejaring social dan game online. Jejaring social berupa Facebook semakin menjadi icon remaja. Jejaring social yang pada awalnya dibuat untuk menghubungkan orang-orang yang saling mengenal dan sebagai komunitas pertemanan lama yang dibatasi jarak dalam dunia nyata. Tetapi perkembangan jejaring social saat ini justru sebagai ajang pencarian teman baru.

Demikian pula game online semakin menjadi icon remaja putra dan semakin melekatkan istilah-istilah serta kehebatan dalam permainan kedalam kehidupan sehari-hari. Alasan dan motivasi seseorang bermain Game Online antara lain:


1. Relationship artinya keinginan berinteraksi dengan sesama pengguna. Kemauan seseorang untuk membuat hubungan yang mendapat dukungan sejak awal dan yang mendekati masalah serta isu yang terdapat dalam dunia nyata
2.
Manipulation yakni dorongan untuk membuat pemain lain sebagai objek yang mendatangkan keuntungan dan kekayaan diri hal ini biasa diikuti dengan senang berlaku curang, mengejek dan mendominasi pemain lain
3.
Immersion yakni dorongan menjadi orang lain dalam dunia maya dan selalu mengidentikkan diri dengan tokoh idola yang dianggap sempurna
4.
Escapism yakni dorongan bermain karena ingin menghindar dari stress dan masalah
5.
Achievement yakni dorongan ingin menjadi kuat dan terhebat dalam lingkunagn dunia virtual.

Dampak Penggunaan Internet

Dampak positif

Penggunaan internet tidak selalu berdampak negatif. Justru internet merupakan teknologi yang dibuat untuk menolong manusia. Beberapa dampak positif penggunaan internet antara lain Mampu berpikir Luas, Luasnya pergaulan, Mudah mencari informasi, Komunikasi tanpa batas, Meningkatkan Kreatifitas. Quarterman dan Mitchell membagi kegunaan internet dalam empat kategori, yaitu:

1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

Dampak negatif

1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).

2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.

3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang). Belakangan yang marak adalah Cyber Bullying baik pada guru maupun kepada sesama teman.

4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut

5. Carding. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

6. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

Penutup

Bagaimana sikap kita dalam menggunakan internet?? Inilah kiranya pertanyaan penting bagi kita. Mari menarik diri dari arus informasi yang begitu deras terkadang kita tidak lagi sempat berpikir untuk sesuatu hal. Sebagai seorang remaj Kristen sudah selayaknya kita memiliki sikap yang benar dalam perkembangan teknologi internet. Kita tidak harus menjauh dan menganggap internet sebagai dosa. Yang menjadi dosa adalah penyalahgunaannya. Justru sebagai remaja Kristen kita harus menggunakan teknologi yang ada untuk kemudahan hidup karena itu anugerah Allah. Beberapa sikap yang harus kita miliki yaitu:

1. 1. Segala sesuatu yang kamu lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan

· Kolose3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

· Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

2. 2. Peliharalah Pikiranmu

Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

3. 3. Berpeganglah pada prinsip dan kebenaran

· II Timoteus 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

· Mazmur 119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

4. 4. Lakukan apa yang benar dan membangun bukan baik tapi merusak

I Korintus 10:23. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roma 12:2