Malam
melarut menuju sempurna
Meninggalkan
jejak-jejak bulan menyusuri kota
Berkeliling
mengitar hingga di sudut-sudut gang
Ada tawa
geli di sudut sana sedang yang lain lewat tak perduli
Bulan masih
asyk berkaca pada dirinya sendiri
Menikmati
bayang-bayang samar burung hantu di sebuah ranting
Tak lagi
dapat dibeda, suara itu jerit perihkah atau bahagia
Bulan terus
merengkuh berselimut langit pekat
Cahyanya
berpendar menjadi sutra menutup semua aurat berpadu
Bulan terus
menjejak
Menyusuri
lorong-lorong menebar semua hasrat diri
Sekali dia
tidak ingin berhenti
Sebab takut
ia akan menyadari kenyataan
Merampas
semua kenikmatan di ujung lidah, ujung mata dan auratnya
Menyisahkan
luka dan kekosongan
Rantauprapat,
23 Mei 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi komentar sopan dan tidak menyinggung hati dan perasaan kelompok tertentu.