Dapatkah
lagi kau mengunjuk diri menghadap bulan sabit di bawah langit pucat malam ini
Ataukah kau
tak lagi dapat bedakan cinta dengan sepotong kenangan
Burung hantu
termangu di tepi telaga di sudut kampung ini
Kau asik
lagi mengais sisa-sisa gambar lalu di jalan larangan
Bulan sabit
kian menepi meradang terhilang di sulut api pembakaran
Dalam
kegetiran kehidupan dapatkah kau berkata sebuah kebahagiaan
Sedang rindu
dendam burung hantu melarut dalam telaga tua
Semua
potongan gambar hanya merajam hati sembilu nestapa
Api
merambat-rambat sulut menyulut memecah kegelapan
Kau duduk
terdiam dan tiada membeda kosong berisi
Burung hantu
melolong tajam dalam penghabisan
Sorot mata
memadu satu beribu gambar pusara mimpi
Merah
mengadu langit kobar api tiada terkendali
Gaduh
melarut diam dalam jiwamu tegak berdiri
Melangkah
setapak semakin mendekat menuju telaga
Dan kau
memakai sayap melolong getir berabad-abad