Minggu, 13 Mei 2012

Kau Sempurna Bagiku


Aku mengurai kebisuanmu dalam semburat jingga
Tatapan menyapu bebukit barisan
Pesona membayang di landai danau toba
Di pundakku kau melepas segala kerinduan

Bertahun kita mengikrar sebuah janji setia
Pantai pasir putih Huta Parbaba
Sesaat kala mentari beranjak rebah
Sejak itu kita bersama sejejak melangkah

Di sini, kita kembali berdiri
Bersamamu bukan sebuah mimpi
Kau sempurna dalam bahagiaku
Hingga kelak kita melepas fana kekal menuju

Anak cucu kita tiada
Jangan,jangan kiranya kau berduka
Sebab segala mantera, pasu-pasu hula-hula
Terukir indah dalam semburat jingga
Aku dan kau Saur Matua
Bagi berpuluh anak Maliali di Ruma



Dipublikasikan dalam Harian Batak Post 12 Mei 2012

Bila Sepi


Malam ini kutahu kau sepi
Di desa sunyi dengan pelita tua
Aku ingin memetik gitar
Membacakan syair kalbu menghiburmu
Duduk berama di tudung rembulan
Di gubuk renta pada halaman

Sekali lagi akan kuurai sorot matamu
Menjadi sejuta kata
Harapan yang membongkah di pundakku

Tak ingin lama lagi
Kau menapak bukit-bukit batu
Demi energi kau kirimkan ke jiwaku
Membawa bongkah ke pintu langit

Segera aku datang, membawa surga
Membuka tirai kelabu sisa hempasan duka lalu
Menjalin jala fajar baru dalam horison masa tuamu
                                                Lumban Sakkalan, Porsea

Dipublikasikan dalam Harian Batak Post 12 Mei 2012