Rabu, 18 Januari 2012

Langkah-langkah Hidup

Ketika bermain sebuah permainan di komputer. Menghancurkan bola-bola dalam permaianan itu sangat menyenangkan hingga tiba-tiba aku game over karena tidak mampu mengendalikan permainan. Sesaat aku diam dan mulai memikir ulang bagaimana aku memainkan permainan itu dan mengapa aku tidak dapat mengendalikan permainan. Lantas aku mulai menyadari satu hal bahwa aku hanya bereaksi terhadap permainan yang disodorkan oleh komputer. Aku tidak melakukan sesuatu sebagai strategi. Aku hanya mengeluarkan peluru-peluru, kalaupun aku bisa melewati beberapa level itu hanya faktor keberuntungan, dari semua peluru-peluru kalau-kalau akan menghancurkan hingga beberapa bola sekaligus bukan dilandasi oleh kesadaran penuh mengambil langkah sebagai bagian dari langkah strategi untuk beberapa langkah kedepannya.

Teringat ketika masih SMA aku mulai mempelajari cara bermain catur pada adikku yang masih duduk di bangku SMP. Sejak belajar hingga bermain berkali-kali seingatku aku tidak pernah memang benar-benar menang. Kalaupun aku menang hanya karena keberuntungan bukan karena memang aku telah memiliki strategi untuk mengalahkan lawan. Waktu itu anak tetangga kami yang juga masih SMP mulai menantang kami bermain. Aku langsung kalah. Akhirnya aku menyerahkan permainan pada adikku.

Pada dasarnya memang aku tidak punya naluri perlawanan. Terlihat dari ketidakmampuanku mengendalikan perasaan dan cendrung untuk menghindari konflik tapi apakah ini dapat menjadi alasan untuk membenarkan diri? Lebih jauh aku mencoba merefleksikan hidupku, apakah aku telah mengambil keputusan sebagai langkah strategis untuk beberapa langkah kemenangan di depan?

Aku mencoba menyimpulkan bahwa ada sebahagian orang yang melakukan sesuatu dalam kesadaran akan langkah strategis pencapaian hidup beberapa langkah kedepannya dan ada sebahagian orang hanya melakukan sesuatu sebagai respon atas situasi yang ada dan berharap ada keberuntungan-keberuntungan yang menanti langkah-langlahnya ke depan.