Rabu, 12 Oktober 2011

MALAM TERAKHIR

Malam terlanjur gelap

Menanti lelap

Aku ingin menjaring bintang

Memadamkan cahyanya di telaga tua

Biar berwarna-warni

Menghancur pendaran purnama pucat pasih

Menutup luka menyemai suka

Malam terlanjur gelap

Dan bintang bersembunyi

Lari di biru sepi

Aku di malam terakhir

Mengais luka sendiri


(Diterbitkan di harian analisa. 29 September 2011)

WAKTU

Apakah waktu yang menjawab

Atau jiwa setenang perdu

Menutup dedaun kala langit jingga

Pikir yang tak berhenti

Menoreh suka, luka, tangis, jenaka

Seperti pipit-pipit tak pernah perduli

Tetapi tetap indah menoreh merah

Kelopak rekah pucuk-pucuk bunga

Dan waktu hanya pucuk merekah

Menggayut sepoi angin Kupu-kupu setaman

Tarian melakon indah cerita

Mengapa menanti waktu

Sedang kau mencengkram dengannya

Pilihlah ..................

Dan hidup melakon menari di bawah jingga

Di bawah kolong langit kau ada

Rantauprapat, September 2011


(Diterbitkan di harian analisa. 29 September 2011)

PERTEMUAN

Ombak beriak ditepiannya

Menyusupi pori pasir bebatu

Berkali berulang bagai pertama

Menumpah hasrat sepanjang waktu


(Diterbitkan di harian analisa. 29 September 2011)

KEMBALI

Kembali padamu

Melewat 12 tahun waktu berlalu

Berpadu rindu

Hati gundah beribu

Disini dahulu menambat hati

Kali pertama mencoba mengarti

Berpadu padan sepasang merpati

Kaukah itu

Dibalik tirai wajah tersipu

Mata melirik mendayu syahdu

Mengapakah kau sembunyi

Wajah berhari penuhi jiwaku

Mendekatlah melepas rindu

Padamu kembali dituntun nurani

Purnama telah meninggi

Hatiku tak lagi kuasa menahannya

Dapatkah kau kurangi wujudnya

Untuk berbalik barang sesaat

Tetapi telah sempurna ia selingkar

Memendar cahya sepenuh-penuhnya.

Torgamba, 17 September 2011

(Diterbitkan di harian analisa. 29 September 2011)